Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Pencak Silat Catat Sejarah, Debut di Asian Youth Games 2025 Bahrain

Pencak Silat Catat Sejarah, Debut di Asian Youth Games 2025 Bahrain

  • account_circle Moh. Fadli Ladjinta
  • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
  • visibility 324
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

IDNtribune.com, Jakarta – Seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat, akan mencatat sejarah baru dengan tampil untuk pertama kalinya di ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 yang diselenggarakan di Bahrain pada 22–31 Oktober mendatang.

Cabang olahraga ini menjadi salah satu dari 26 disiplin olahraga yang akan dipertandingkan dalam edisi ketiga pesta olahraga remaja se-Asia tersebut.

Menurut data dari laman resmi Olympic Council of Asia (OCA), total 14 negara akan berpartisipasi dalam kompetisi pencak silat perdana ini. Negara-negara tersebut meliputi Bahrain, Kamboja, Indonesia, India, Iran, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Thailand, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Adapun pertandingan pencak silat dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Oktober 2025, beberapa hari sebelum upacara pembukaan resmi AYG. Kompetisi akan mempertandingkan tiga kelas tanding, yakni kelas 51–55 kg putra, 59–63 kg putra, dan 51–55 kg putri.

Federasi Pencak Silat Internasional menilai keikutsertaan cabang olahraga ini di tingkat remaja Asia sebagai langkah penting dalam pelestarian dan internasionalisasi warisan budaya bela diri Nusantara.

Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi atlet muda untuk memperkenalkan nilai-nilai sportivitas dan filosofi pencak silat di kancah global.

Di tingkat Asia, pencak silat terakhir kali dipertandingkan pada Asian Games 2018 di Jakarta–Palembang, di mana Indonesia tampil dominan sebagai juara umum dengan 14 medali emas dari total 15 medali yang diraih tim nasional. Satu-satunya emas yang luput berasal dari kelas tanding F (70–75 kg) putra, di mana atlet Amri Rusdana harus puas dengan medali perunggu.

Debut pencak silat di Asian Youth Games 2025 tidak hanya menjadi momentum bersejarah bagi Indonesia sebagai negara asal, tetapi juga menandai semakin luasnya pengakuan dunia terhadap seni bela diri tradisional yang sarat nilai budaya, disiplin, dan filosofi keseimbangan tersebut.

  • Penulis: Moh. Fadli Ladjinta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin

    Attorney General: Forest Control Task Force Identifies 5,342.58 Hectares of Land in Sulawesi and Maluku

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Thomy Thomy Kristianto Hia
    • visibility 285
    • 0Komentar

    IDNtribune.com, Jakarta – Attorney General ST Burhanuddin announced that the Forest Area Control Task Force (Satgas Penertiban Kawasan Hutan or Satgas PKH) has successfully reclaimed more than 5,200 hectares of forest area previously used for illegal mining operations. “As of October 1, 2025, the Forest Area Control Task Force has managed to regain control over […]

  • Kamumu Waterfall.

    Keindahan Air Terjun Kamumu, Hidden Gems di Luwuk Banggai

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 319
    • 0Komentar

    IDNtribune, Luwuk Banggai – Sulawesi Tengah, menyimpan banyak keindahan alam yang belum banyak dijelajahi wisatawan. Salah satu di antaranya ialah Air Terjun Kamumu, destinasi yang menawarkan suasana alami, tenang, dan jauh dari keramaian. Lokasinya berada di Desa Kamumu, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, di tengah kawasan hutan yang masih asri dan terjaga kelestariannya. Air Terjun Kamumu […]

  • Salah satu koleksi Museum Guma Sulteng

    Warisan Senjata Tradisional dari Sulawesi Tengah

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 375
    • 0Komentar

    IDNtribune.com, Palu – Sulawesi Tengah merupakan wilayah yang kaya akan tradisi dan kebudayaan, termasuk warisan senjata tradisional yang memiliki nilai historis, fungsional, dan simbolik tinggi. Senjata-senjata ini pada awalnya berfungsi sebagai alat pertahanan diri masyarakat dari ancaman musuh maupun hewan buas. Namun, seiring perkembangan zaman, perannya meluas menjadi bagian penting dari pertunjukan seni dan upacara adat. […]

  • Tokoh Masyarakat Sulteng, Hidayat Lamakarate.

    Hidayat Jelaskan Soal Surat Gubernur dalam Polemik LIK Tondo: Penundaan, Bukan Hak Tinggal

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Rizky
    • visibility 11
    • 0Komentar

    PALU, IDNtrubune.com – Moh. Hidayat Lamakarate memberikan penjelasan mengenai keberadaan surat Gubernur Sulawesi Tengah yang berkaitan dengan persoalan lahan di kawasan LIK, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore. Menurut Hidayat, surat tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat rencana pengosongan lokasi oleh PT Intim ditunda. Ia mengatakan substansi surat tersebut adalah meminta perusahaan menunda pelaksanaan sembari kembali […]

  • Rilis single solo perdana Ketum PROBO, Muhammad Rizky lewat lagu berjudul Dicptakan Tuhan Hanya Untukku Play Button

    Dari Dunia Relawan ke Musik, Muhammad Rizky Ungkap Sisi Romantis Lewat Single Perdana

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 2
    • 0Komentar

    JAKARTA, IDNtribune – Di balik sosok seorang pemimpin organisasi, terkadang tersimpan cerita yang jarang diketahui publik. Begitu pula dengan M. Rizky Hidayatullah, Ketua Umum DPP PROBO Indonesia, yang kini memperkenalkan sisi lain dirinya melalui sebuah karya musik. Dikenal aktif memimpin organisasi relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto dengan jaringan 29 DPD di Indonesia, Rizky ternyata juga […]

  • Balia Dance, a Healing Ritual of the Kaili Tribe

    Balia Dance: The Healing Ritual of the Kaili Tribe

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Stenly Fischer
    • visibility 394
    • 0Komentar

    IDNtribune.com, Palu – Central Sulawesi is the largest province on the island of Sulawesi, Indonesia. Its indigenous population consists of 15 ethnic groups, the largest of which is the Kaili tribe, whose members inhabit much of the province, including the regions of Donggala, Sigi, Palu, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Poso, Tomini Bay, and the coastal […]

expand_less